cool hit counter

PCIM Jerman Raya - Persyarikatan Muhammadiyah

 PCIM Jerman Raya
.: Home > Profil

Homepage

Profil

 
Pengertian
PCIM Jerman Raya adalah pimpinan Muhammadiyah di luar negeri yang luas cakupan dakwahnya terdiri dari beberapa negara: Jerman, Austria, Belgia, Luxemburg, Swiss, Polandia dan Liechtenstein.

Pendahuluan
Muhammadiyah berdiri sejak 1912 M di Yogyakarta. Organisasi yang didirikan oleh KHA Dahlan ini telah memberikan sumbangsih terhadap perjuangan dan pembangunan Indonesia terutama di dua bidang, yaitu pendidikan dan kesehatan. Saat ini, perjuangan itu telah ditunjukkan oleh Muhammadiyah di bidang lain juga seperti ekonomi, pemberdayaan masyarakat, filantropi dan kebencanaan. Pasang surut perjuangan Muhammadiyah untuk Indonesia bagaimanapun harus diakui bahwa masyarakat luas telah merasakan dampak dan hasil dari perjuangan organisasi sosial-keagamaan ini.

Karena itulah, setelah Muktamar Muhammadiyah di Jakarta tahun 2000, muncul gagasan perlunya pendirian Muhammadiyah di luar negeri. Ada beberapa dalasan mengapa Muhammadiyah di luar negeri perlu didirikan. Pertama, perlunya memperluas dakwah perjuangan Islam yang rahmatan lil alamin dalam perspektif Muhammadiyah tidak hanya di negara Indonesia tetapi ke berbagai negara. Kedua, banyaknya kader, anggota dan warga Muhammadiyah yang menyebar ke berbagai negara baik karena alasan studi maupun kerja dan mereka memerlukan ruang untuk berorganisasi. Atas dasar alasan dan tujuan di atas tersebut, pada akhirnya Muhammadiyah di luar negeri dinamakan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM).

Sejarah dan Perkembangan
Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jerman didirikan berdasarkan Surat Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah No. 07/KEP./I.0/B/2007 tertanggal 03 Muharram 1428 H bertepatan dengan 22 Januari 2007 M yang ditandatangani oleh ketua umum Prof Dr. HM. Din Syamsuddin, MA dan sekretaris umum Drs. H. A. Rosyad Sholeh.
Beberapa pendiri PCIM Jerman awal adalah Dr. med. Barbara Kleemann-Soeparwata dan Ahmad Norma Permata. Soeparwata sendiri merupakan dokter asal Yogyakarta yang sudah menetap lama di Münster. Sedangkan ketua PCIM Jerman pertama diamanahkan kepada Ahmad-Norma Permata yang saat itu menempuh studi doktor bidang ilmu politik di Universität Münster sehingga sekretariat kantor PCIM Jerman berpusat di Münster.

Selain telah berdiri Muhammadiyah, PCIM Jerman juga memiliki kegiatan lain berupa seni bela diri Tapak Suci (TS) yang berpusat di Bonn di bawah asuhan Joko Suseno. Kegiatan TS telah berjalan sejak tahun 1990-an sebelum PCIM resmi berdiri. Puluhan warga Jerman telah ikut bergabung dalam seni bela diri ini sehingga Tapak Suci menjadi jalur dakwah Muhammadiyah kepada warga Jerman yang non-Muslim. Namun demkian, sejak sekembalinya para pendirinya ke Indonesia sekitar tahun 2009, PCIM Jerman tidak begitu aktif atau vakum sehingga tidak memiliki kegiatan.

Pada tahun 2011, berbagai kader dan anggota Muhammadiyah berdatangan ke Jerman dengan maksud studi atau kerja. Barulah pada tahun 2014 inisiasi mengaktifkan kembali PCIM Jerman muncul ke permukaan. Karena minimnya sumberdaya manusia yang dimiliki, PCIM Jerman memekarkan area dakwahnya ke beberapa negara tetangga sehingga PCIM Jerman merubah diri menjadi PCIM Jerman Raya yang mencakup beberapa negara, yaitu Jerman, Austria, Belgia, Luxemburg, Switzerland, Poland, dan Liechtenstein.

Ada dua alasan pemekaran PCIM ini dilakukan. Pertama, minimnya warga Muhammadiyah di negara Jerman. Kedua, mengakomodir kader dan warga Muhammadiyah di negara-negara sekitar Jerman (dan berbasis bahasa Jerman) yang belum memiliki PCIM. 

Sebagai inisiasi awal, Ridho Al-Hamdi ditunjuk sebagai ketua care-taker PCIM Jerman Raya yang akan membawa organisasi ini menuju Musyawarah Cabang Istimewa Pertama (Musycabis I) di Kota Frankfurt am Main pada hari Ahad, 6 Desember 2015. Dengan dihadiri oleh berbagai kader, anggota dan simpatisan Muhammadiyah dari berbagai kota di Jerman dan sekitarnya, dalam musyawarah ini terpilihlah pengurus PCIM Jerman Raya Periode 2015-2017 yaitu ketua Ridho Al-Hamdi, sekretaris Hamzah Hasyim dan Andri Hutari, Bendahara Diyah Nahdiyati serta beberapa koordinator negara bagian-negara tentangga dan koordinator bidang. Kepengurusan tersebut kemudian mendapatkan pengesahan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Indonesia pada tanggal 15 Januari 2016 dengan No. 28/Kep/I.0/D/2016 yang ditandatangani oleh ketua umum dan sekretaris umum PP Muhammadiyah, Dr. H. Haedar Nashir, M.Si dan Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. 
Visi dan Misi
Adapun visi PCIM Jerman Raya adalah mewujudkan tujuan Muhammadiyah yaitu masyarakat Islam yang sebenar-benarnya yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah di negara-negara kawasan Jerman Raya.

Untuk mewujudkan visi tersebut, misinya adalah:
1.     Mempromosikan nilai-nilai Islam universal yang rahmatan lil ‘alamin kepada masyarakat di kawasan Jerman Raya.
2.     Mengenalkan gerakan dan aktivitas Persyarikatan Muhammadiyah kepada masyarakat di kawasan Jerman Raya.

3.    Bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mengembangan dan memperkuat jaringan organisasi sehingga terwujud citra Islam sebagai agama yang cinta perdamaian.

Fungsi Keberadaan PCIM
1.     Penyelenggara silaturahim antar anggota, warga dan simpatisan Muhammadiyah.
2.     Mediator antara Persyarikatan dengan pemerintah dan lembaga setempat.

3.     Forum peningkatan kualitas dan kuantitas anggota dan simpatisan Muhammadiyah.

4.     Media pembinaan organisasi dan ideologi Muhammadiyah.

5.   Pelaksana dakwah dan pengembangan syiar Islam sesuai dengan faham agama dalam Muhammadiyah, yaitu Islam sebagai agama damai dan maslahat untuk umat.

Sekretariat:
Feldzeugmeisterstraße 1. 10557 Berlin
E-mail: jerman-raya@muhammadiyah.id atau pcim.jerman@yahoo.com
Website: http://jerman-raya.muhammadiyah.or.id
Fanpage Facebook: https://www.facebook.com/PCIMuhammadiyahJermanRaya/
Twitter: @PCIM_Jermanraya
 
Contact Person:
Berlin              : Andri Hutari (andrihutari@gmail.com)
                        Ahmad Muktaf Haifani (a.haifani@campus.tu-berlin.de)
Frankfurt         : Hamzah Hasyim (hamzah.hasyim@gmail.com)
                        Diyah Nahdiyati (nahdiyati@web.de)
Wina              : Rachmat Adhi Wibowo (adhi.wibowo@gmail.com)
Brussels         : Luki Kartika Sari (lufi.sari@gmail.com)

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website