PCIM Jerman Raya - Persyarikatan Muhammadiyah

 PCIM Jerman Raya
.: Home > Berita > Studi S3 di Jerman (PENNA Edisi Desember 2016)

Homepage

Studi S3 di Jerman (PENNA Edisi Desember 2016)

Sabtu, 31-12-2016
Dibaca: 678

Jerman telah menjadi salah satu tujuan utama untuk studi S3. Jerman memiliki lebih dari 700 lembaga pendidikan di Jerman mulai dari Hochschule/Fach-hochschule (universitas terapan) dan universitas dengan berbagai bidang studinya. Semua institusi tersebut bermitra langsung dengan lembaga riset dan industri ternama. Harus diakui, lulusan universitas Jerman cukup masuk hitungan karena tidak mudah untuk lulus dari universitas di Jerman. Universitas di Jerman semuanya diakui oleh negara. 

 

Untuk itu, pada edisi PENNA Desember 2016 ini, Roni Susman, kandidat doctor Urban Regional Planning di Berlin University of Technology, akan membagi pengalaman dan trik-trik untuk Studi S3 di Jerman.

 

Studi di Jerman relative unik dibandingkan dengan negara lain. Prosesnya mulai dari mengontak professor, mendapatkan letter of acceptance. Studi di Jerman juga relative tidak dipusingkan dengan kebutuhan biaya hidup.

 

Menurut survey yang dilakukan Kang Ron, sampai sekarang masih ada beberapa kesalahpahaman sebagian masyarakat Indonesia tentang studi di Jerman, mulai dari studi yang sulit, Jerman identik dengan hal-hal teknik, biaya mahal, kesulitan mendapatkan makanan yang halal dan masjid, bekas negara NAZI dan lain-lain.

 

Pegawai Bappeda Jawa Barat ini menganjurkan untuk melakukan riset kecil-kecilan untuk memilih negara tempat studi. Bang Ron sendiri mempertimbangkan kesesuaian tema riset, gaya belajar dan finansial. Faktor finansial memang menjadi krusial untuk mahasiswa Indonesia. Berbeda dengan Australia dan Inggris, pendidikan di Jerman non-tuition fee. Semester fee yang berkisar 300 euro, 70% kembali ke mahasiswa untuk untuk semester ticket, subsidi apartemen mahasiswa, potongan harga di Mensa dan teater. Biaya hidup di Jakarta lebih tinggi dibandingkan di Berlin.

 

Persiapan Studi S3 di Jerman.

 

Studi di Jerman lebih unik dibandingkan dengan negara lain. Supervisor dan institut lebih berperan dibandingkan dengan pihak universitas. Seorang professor memiliki hak mutlak untuk menerima calon doktoran.

 

Bagaimana langkah-langkahnya?

 

(1)    How to get supervisor (Profesor) baik di institute atau di universitas. Perlu disiapkan terlebih dahulu CV untuk studi yang memfokuskan pada publikasi ilmiah. Kemudian siapkan Outline Proposal (clear, scientific, practical).

(2)    How to get funding or scholarship? Siapkan letter of acceptance dari Profesor, dan persyaratan lainnya.

 

Hal yang penting, menurut Kang Ron, calon doktor dari Indonesia pertama-tama harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi, baru kemudian memiliki rasa malu. Percaya diri karena sebenarnya bukan kita yang memerlukan profesor, tetapi profesor yang memerlukan kita (AYK).

 

 

Isi kajian lengkap dan trik-trik singkat untuk Studi S3 dapat disimak di sini:


Tags: PENNA, Studi di Jerman, S3 Jerman, studi
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori: PENNA, Kajian



Arsip Berita

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website