cool hit counter

PCIM Jerman Raya - Persyarikatan Muhammadiyah

 PCIM Jerman Raya
.: Home > Berita > Dari Pendiri untuk Pengurus PCI Muhammadiyah Jerman Raya

Homepage

Dari Pendiri untuk Pengurus PCI Muhammadiyah Jerman Raya

Senin, 23-10-2017
Dibaca: 117

Frankfurt am Main - PCIM Jerman Raya mendapat kehormatan untuk dikunjungi Pendiri PCIM Jerman Raya, Prof. DR. Dr.Med H. Rasjid Soeparwata SpB, SpB(K)V, SpBTKV(K) , pada Rapat Koordinasi PCIM Jerman Raya di Masjid Indonesia Frankfurt (Ahad, 22 Oktober 2017). Beliau berpesan untuk senantiasa membenahi diri, meningkatkan integritas dan memiliki harga diri sebagai seorang muslim. Selain itu beliau mengingatkan untuk jalin ukhuwah dan silaturahmi dengan semua organisasi Islam di Jerman.

 

 

Kita adalah manusia pilihan yang diberi kesempatan untuk sekolah di Jerman untuk mencari ilmu dan keahlian dengan niat ibadah dan agar bermanfaat bagi orang lain. Perjuangkan harga diri sebagai muslim, bukan jual diri. Artinya, yang kita kejar adalah ilmu dan keahlian yang akan berguna bagi orang lain, bukan sertifikas, gaji, dan kedudukan. Pelajar juga harus memiliki harga diri sebagai seorang muslim, misalnya: jangan lupakan sholat dan ibadah meski ada godaan kerjaan, sertifikasi, kedudukan dan harta gaji. Tekad kita di Jerman sebagai pelajar terpilih adalah belajar dengan baik dan tepat waktu. Jika sholat bisa tepat waktu, lulus juga tepat waktu. Insya Alllah pertolongan Allah akan tiba. Jika kita memiliki integritas, orang-orang akan menghargai. Rezeki akan datang dengan sendirinya. Bukan kebetulan karena tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Semua ini diatur oleh Allah SWT.

 

Beliau bercita-cita bahwa suatu saat Muhammadiyah memiliki RS Kardiovaskuler karena semakin banyaknya kasus kematian karena penyakit jantung dan stroke. Ini juga merupakan salah satu wujud manfaat atas ilmu yang beliau miliki dan ladang amal jariyah.

 

Beliau melihat bahwa kelemahan Muhammadiyah dan umat Islam, bukan dari luar tetapi dari dalam yaitu kebersamaan dalam menghadapi suatu konteks. Kita sering membesar-besarkan perbedaan, misalnya perbedaan NU dan Muhammadiyah yang merembet kemana-mana. Padahal pendiri Muhammadiyah dan NU masih bersaudara. Hal yang membedakan hanya masalah taqlid dan ijtihad. Untuk itu, Prof. Soeparwata berpesan agar PCIM merangkul semua kelompok Islam dan menjalin silaturahim.

 

Terakhir, beliau berwasiat bahwa kita sebagai pribadi Muslim dituntut untuk bersifat STAF (Shiddiq Tabliq Amanah Fatonah) dan menghindari sifat-sifat GONE  (Greedy, Opportunity,  Need, Expose).

 

Pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Dihadiri oleh Sekretaris, pengurus, anggota PCIM, anggota PCIM yang dulu merintis pendirian PCIM Jerman, dan perwakilan Masjid Indonesia Frankfurt (AYK).


Tags: rapat koordinasi, pendiri, muslim berintegritas,
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori: kegiatan, rapat koordinasi



Arsip Berita

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website