cool hit counter

PCIM Jerman Raya - Persyarikatan Muhammadiyah

 PCIM Jerman Raya
.: Home > Berita > Catatan PENNA: Dari "Berburu Beasiswa DAAD" sampai "Pemilu Jerman"

Homepage

Catatan PENNA: Dari "Berburu Beasiswa DAAD" sampai "Pemilu Jerman"

Senin, 25-09-2017
Dibaca: 188

PENNA Februari 2017: Berburu Beasiswa DAAD

 

Disampaikan oleh Herlan Darmawan, M.Sc, kandidat Doktor Geoscience in Volcanology di Universitas Postdam, Jerman.

 

Apa sih kendala pertama kuliah di Jerman? Biaya. Ya, meski kuliah di Jerman gratis, tetapi tetap diperlukan uang yang cukup untuk biaya hidup sehari-hari. Ketersediaan uang ini juga syarat untuk mendapatkan visa.

 

Salah satu sumber biaya yang prestisius adalah Beasiswa DAAD, karena funding yang lumayan, respon terhadap keluhan yang cepat, dan jalinan alumni yang kuat. Alumni beasiswa ini lebih dari 1 juta yang tersebar di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Seleksinya sendiri cukup ketat karena hanya menerima 10 orang dari ratusan kandidat di Indonesia.  Cakupan beasiswanya pun beragam, mulai dari S1 – S3, visiting ke Jerman, Post-Doc, termasuk penelitian ke negara berkembang oleh akademisi Jerman.

 

Bagaimana tip dan trick memperoleh beasiswa ini?

(1) persiapkan dokumen penting, termasuk IELTS/TOEFL, ijazah dan transkrip dalam Bahasa Inggris, surat rekomendasi dari profesor di Indonesia, dan motivation letter, dan (2) mengisi formulir, dan (3) submit via online. Jika lolos akan diundang untuk interview.

 

Pada saat interview pelajari betul tentang proposal, sehingga bisa mempertahankan proposal kita terutama metode. Pertanyaan juga akan meliputi alasan kuliah di Jerman,metode penelitian dan hal baru yang akan ditemukan, dan apa yang dilakukan setelah kembali ke Indonesia. Interviewernya terdiri dari direktur atau perwakilan DAAD dan alumni DAAD. Jika lolos, maka akan diundang untuk mengikuti kursus Bahasa Jerman di Goethe Jakarta dan harus lulus Bahasa Jerman Level A-1. Kemudian berangkat ke Jerman dan melanjutkan kursus Bahasa Jerman intensif selama 4 bulan.

 

Secara lengkap, diskusi ini dapat disimak di Podcast Radio PPI Dunia.

 

-------------------------------------------------

 

PENNA Maret 2017: Kiprah FORKOM bagi Masyarakat di Jerman

 

Disampaikan oleh: Haikal Akbar Sulaeman, Ketua FORKOM, lulusan Teknis industry electro di Hochschule Hannover. Sekarang kuliah di Business Informatik di Hochschule für Telekommunikation Leipzig (HfTL) Leipzig.

 

Forum Komunikasi Masyarakat Muslim Indonesia se-Jerman (FORKOM Jerman) adalah wadah ukhuwah dan kerjasama antara pengajian kota di Jerman. Di setiap kota di Jerman memiliki kelompok-kelopmpok pengajian bagi masyarakat Indonesia dan sejak 1994 bersepakat untuk membuat forum kerjasama untuk memperat persaudaraaan. Hal ini karena semakin banyaknya yang kuliah di Jerman melalui DAAD pada waktu itu. FORKOM sendiri diinisiasi oleh Pengajian Kota Karlsruhe. Sejak tahun 2004 resmi berbadah hukum dan terdaftar di kemeterian hukum jerman. Saat ini sudah 30 pengajian kota yang bergabung dalam Forkom.

 

Kegiatannya meliputi koordinasi/komunikasi dan silaturahim pengajian antar kota (SALAM). Selain itu mengumpulkan donasi/zakat/infaq/sedekah untuk disalurkan ke Indonesia lebih mudah dan transparan karena FORKOM sudah berbadan hukum dan memiliki rekening bank untuk organisasi. FORKOM juga menjadi mitra Kedubes RI di Berlin dalam melakukan kegiatan untuk masyarakat Indonesia. Selain itu, menghadirkan ustadz dari Indonesia (Safari Ustadz) mendapat sambutan yang positif dari masyarakat Indonesia. Tidak hanya dakwah tetapi juga kompetisi olahraga (PRIMA). Kerjasama dengan organisasi-organisasi Islam di Jerman pun mulai dirintis.

 

Dalam kegiatannya, Forkom sendiri berusaha memenuhi kebutuhan jemaah yang memiliki preferensinya yang berbeda disetiap tempat/kota dan kurun waktu.

 

Secara lengkap, diskusi ini dapat disimak di Podcast Radio PPI Dunia.

 

-------------------------------------------------

 

PENNA Juni 2017: Nikmatnya Idul Fitri Meskipun bukan di Negeri Sendiri

 

Disampaikan oleh: Dodi Hardiman, Ndang Hendra, M. Farhan Afifuddin, Bayu Karya Subekti, dll

 

PENNA kalil ini sangat unik. Selain bertepatan dengan 1 Syawal, narasumbernya beragam mulai dari mukimin yang sudah lama tinggal di Berlin sampai pada pelajar yang baru datang ke Berlin 12 Ramadhan yang lalu dan baru pertama kalinya menjalani ibadah puasa dan berhari raya di Jerman.

 

Ibadah puasa di Jerman sendiri cukup menantang. Mulai dari lama berpuasa yang beragam (lebih pendek pada musim dingin dan lebih panjang di musim panas), kesulitan dalam mencari tempat untuk sholat Ied di Jerman, hingga suasana lebaran yang hampir sama dengan hari-hari lainnya.

 

Namun, dengan kebersamaan dan semangat persaudaraan, Idul Fitri dapat dinikmati dengan segala plus dan minusnya.

 

Simak secara lengkap uniknya dan suka-dukanya berpuasa dan merayakan Idul Fitri di Jerman sejak tahun 1980-an sampai sekarang, di Podcast Radio PPI Dunia.

 

-------------------------------------------------

 

PENNA Juli 2017: Matematika, Islam, dan Jerman

 

Disampaikan oleh: Dr.rer.nat. Adi Nur Cahyono, seorang Doktor bidang Pendidikan Matematika dari Goethe University Frankfurt dan dosen FMIPA Universitas Negeri Semarang (Unnes). Beliau adalah salah satu peneliti yang terlibat di MapCityMap Project, dapat dilihat di sini.

 

Perdidikan matematika di Jerman cukup unik. Riset pendidikan sangat didukung oleh pemerintah dengan berbagai proyek. Pengajaran matematika sendiri lebih mengedepankan konsep daripada menghafal rumus. Pelajar di Jerman bisa jadi tidak hafal rumus bangun ruang, tetapi jika dihadapkan pada suatu masalah matematika, mereka dapat memecahkan dengan mudah dengan caranya sendiri.

 

Pendidikan matematika tentu saja berbeda di setiap negara. Apa yang berhasil di Jerman belum tentu dapat berhasil di Indonesia. Beberapa sumber menyataka bahwa kendala pendidikan di Indonesia adalah padatnya kurikulum, banyak yang harus diajarkan, dan dihapal. Sehingga penyampaian konsep-konsep matematika menjadi sulit.

 

Di Jerman, seperti di Goethe University Frankfurt dan University of Hiedelberg, juga ada mata kuliah Matematika Islam (Islamische Mathematik) yang membahas matematika pada abad keemasan Islam dan penerapan matematika dalam kehidupan, seperti penghitungan/pengukuran arah kiblat, perhitungan waktu sholat, perhitungan hisab untuk penanggalan qomariah, dan lain-lain.

 

Simak secara lengkap tentang dunia matematika di Jerman di Podcast Radio PPI Dunia.

 

-------------------------------------------------

 

PENNA Agustus 2017: Pemilu Jerman 2017

 

Disampaikan oleh: Dr.phil. Ridho Al-Hamdi, MA, Doktor Ilmu Politik dari TU Dortmund dan dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

 

Tahun 2017 menjadi tahun penting bagi Jerman dan masa depan Uni Eropa. Pemilu Jerman dilakukan 24 September 2017, yang menjadi perhatian public lebih dari biasanya. Selain karena kemajuan ekonomi, Jerman juga mendapat perhatian karena menerima ratusan ribu pengungsi dan bangkitnya golongan sayap kanan yang anti-imigran/anti-Islam.

 

Sistem politik Jerman menganut parlementer, dimana kepala pemerintah dipimpin oleh chancellor (kanselir) atau perdana menteri. Politik Jerman relative stabil sejak Perang Dunia II dimana CDU (Christian Democratic Union) dan SPD (Sozialdemokratische Partei Deutschlands) selalu mendominasi sehingga jika ingin menjadi kanselir harus melalui kedua partai ini. Saat ini kanselir dipegang oleh Angela Merkel dan memiliki peluang besar terpilih menjadi kanselir untuk keempat kalinya. Selain itu, publik Jerman sendiri tidak suka eksperimen dalam politik sehingga CDU dan SPD tetap akan mendominasi. AfD (partai sayap kanan ekstrim) sendiri cukup mendapat perhatian karena mengangkat isu-isu anti-imigran dan anti-Islam.

 

Simak secara lengkap tentang dinamika politik dan isu-isu seputar Pemilu Jerman di Podcast Radio PPI Dunia.


Tags: PENNA, beasiswa, DAAD, Jerman, FORKOM, dakwah, silaturahim, Islam di Jerman, puasa, lebaran, Idul Fitri, matematika, matematika Islam, politik Jerman, Pemilu Jerman, politik, partai politik
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori: PENNA



Arsip Berita

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website