cool hit counter

PCIM Jerman Raya - Persyarikatan Muhammadiyah

 PCIM Jerman Raya
.: Home > Berita > Pemilu Jerman 2017, Kemenangan Merkel?

Homepage

Pemilu Jerman 2017, Kemenangan Merkel?

Minggu, 24-09-2017
Dibaca: 125

Warga Jerman akan menentukan pilihan politiknya pada pemilu nasional, Minggu, 24 September 2017. Seperti biasanya, pemilu yang terjadi di negara federal ini selalu jatuh pada hari Minggu atau hari libur nasional.

 

Setelah Belanda, Inggris dan Perancis yang sukses menyelenggarakan pemilu di tahun ini, kini saatnya dunia tertuju pada Jerman. Pertanyaannya, mengapa pemilu Jerman penting di mata internasional? Setidaknya ada dua alasan: Jerman merupakan kekuatan ekonomi terbesar di Eropa dan Angela Merkel, Chancellor Jerman saat ini, adalah simbol kekuatan pemersatu negara-negara Uni Eropa.

 

Pemilu nasional di Jerman diadakan setiap empat tahun sekali dimana dalam setiap pemilunya rakyat yang sudah berhak memilih hanya memilih anggota parlemen. Sedangkan jabatan Chancellor (jika di negara lain disebut perdana menteri) dan presiden dipilih oleh anggota parlemen yang telah terpilih tersebut.

 

Dengan menggunakan sistem proportional representation, ditetapkan ada 299 daerah pemilihan (dapil) untuk memperebutkan 598 kursi. Setiap pemilih mempunyai dua jenis suara. Suara pertama diperuntukkan untuk single-member constituency, artinya ada 299 dapil se-Jerman yang per dapilnya hanya memperebutkan satu kursi. Pemilih memilih kandidat langsung (direct candidate) dimana si kandidat tersebut tetap diusung melalui partai politik. Suara kedua adalah suara untuk partai, dimana pemilih harus memilih satu partai tertentu dengan tetap ada daftar kandidat legislatifnya (closed listed candidate) di dalam kertas suara. Jumlah kursi yang diperebutkan dalam suara kedua ini sama dengan suara pertama, yaitu satu kursi per dapil.

 

Setidaknya ada 40 partai politik yang akan bertarung dalam pemilu kali ini. Di antaranya, empat partai yang pada pemilu sebelumnya di 2013 mendapatkan kursi di parlemen: Christian Democrat Union (CDU), Social Democrat Party (SPD), the Left Party dan the Green Party. Menurut beberapa survei, partai-partai kecil lainnya memiliki potensi meraih kursi seperti Free Democratic Party (FDP) dan Alternative for Germany (AfD). Sesuai dengan undang-undang, partai yang berhak mendapatkan kursi parlemen adalah mereka yang mampu melampaui ambang batas minimal lima persen dari suara nasional.

 

Menurut data Kantor Urusan Statistik Jerman, setidaknya ada 61,5 juta pemilih dari 82,5 juta penduduk Jerman yang ditetapkan memiliki hak suara. Jumlah pemilih perempuan (31,7 juta) jauh lebih banyak dibanding laki-laki (29,8 juta). Sedangkan pemilih dengan usia di atas 60an tahun ada sekitar 22 juta atau sepertiga lebih dari total pemilih. Hal ini menunjukkan bahwa suara perempuan dan generasi tua memberikan kontribusi cukup besar terhadap keterpilihan kandidat legislatif. Dalam pemilu terakhir (2013), partisipasi pemilihnya di atas 70-an persen sehingga hal ini menandakan bahwa tingkat kesadaran warga Jerman dalam berdemokrasi cukup baik.

 

Dari berbagai survei yang dilakukan sepanjang 2017 menunjukkan, perolehan suara CDU dimungkinkan berkisar antara 30 hingga 40 persen sedangkan suara SPD berada di antara 20-33 persen. Pada kenyataannya, dua partai ini sejak pasca perang dunia kedua selalu memimpin pada urutan pertama dan kedua di setiap pemilu Jerman. Karena itu, hanya CDU atau SPD yang mampu menjadi kendaraan bagi seseorang yang ingin maju menuju kursi Chancellor Jerman.

 

Pada pemilu kali ini, ada dua kandidat kuat yang akan bertarung merebut kursi Chancellor: Angela Merkel dari CDU dan Martin Schulz dari SPD. Meski keduanya memiliki kekuatan seimbang, berbagai analisa dan survei menyatakan bahwa Merkel akan memenangkan pertarungan ini. Jika dia terpilih, ini adalah periode keempat Merkel menjabat sebagai Chancellor Jerman.

 

Ada beberapa alasan mengapa Merkel akan menang? Pertama, dia menjadi Chancellor Jerman sudah tiga periode sejak 2005 dan banyak perubahan yang dilakukannya. Kedua, mayoritas masyarakat Jerman adalah pemilih konservatif. Jika mereka sudah nyaman dengan kepemimpinan Merkel, sulit bagi mereka untuk berpindah ke kandidat baru meskipun mungkin kandidat baru lebih baik.

 

Ketiga, perekonomian Jerman terus melesat maju sejak kepemimpinan Merkel. Keempat, meski Jerman berulang kali diterpa berbagai masalah terutama terkait keamanan nasional dan masuknya pendatang/imigran ke Jerman, Merkel cukup mampu mengatasi hal tersebut. Kelima, meski Schulz adalah mantan presiden parlemen Uni Eropa, SPD telah membuat kebijakan tidak populer yang memungkinkan bisa menambah berkurangnya suara partai. Kebijakan tidak populer tersebut adalah mengurangi subsidi untuk warga miskin.

 

Karena itu, berbagai kemungkinan koalisi pemerintahan Jerman setelah pemilu ini bisa saja terjadi. Koalisi yang memungkinkan adalah traffic light coalition (koalisi lampu lalulintas) yang terdiri dari CDU/CSU, SPD, the Green dan FDP. Disebut koalisi demikian karena didasarkan pada warna partai-partai tersebut. Memungkinkannya koalisi ini terjadi, karena ideologi mereka berada pada spektrum yang sama. Sementara itu, jika SPD ingin membuat koalisi tanpa CDU/CSU, maka koalisi tersebut tidak akan pernah mendapatkan suara mayoritas di parlemen. Selain itu, CDU/CSU, SPD, FDP dan the Green sulit membangun koalisi dengan the Left karena perbedaan spektrum ideologi yang sangat jauh.

 

Sebagai mitra negara demokrasi, tentu Indonesia akan menghargai siapapun partai dan kandidat yang menang dalam Pemilu Jerman tahun ini. Harapannya adalah Jerman tetap menjadi negara yang bisa bekerjasama dengan Indonesia di berbagai bidang seperti yang saat ini sedang Jokowi lakukan untuk kerjasama di bidang pendidikan. Selamat memilih untuk warga Jerman.

 

Penulis:

Dr.phil. Ridho Al-Hamdi, MA

Doktor Lulusan Universitas TU Dortmund Jerman

Dosen Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Ketua PCI Muhammadiyah Jerman Raya 2014-2017


Tags: politik, Pemilu Jerman, Jerman
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori: artikel



Arsip Berita

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website