cool hit counter

PCIM Jerman Raya - Persyarikatan Muhammadiyah

 PCIM Jerman Raya
.: Home > Artikel

Homepage

Musim Dingin, Pengajian PCIM Jerman Raya di Frankfurt Dibanjiri Ratusan Jamaah dari Berbagai Kota

.: Home > Artikel > Pimpinan Pusat
29 November 2015 04:05 WIB
Dibaca: 558
Penulis :

Frankfurt am Main. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jerman Raya bekerjasama dengan Masjid Indonesia Frankfurt telah sukses menyelenggarakan pengajian umum dengan tema "Mengkaji Tafsir Surat Al-Fatihah" pada hari Ahad, 6 Desember 2015. Pengajian ini diisi oleh Prof. Dr. H. Muhammad Yunan Yusuf, guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta selama kurang lebih dua jam sejak jam 14.30 waktu Jerman. Pembicara berangkat dari Berlin menuju lokasi pengajian ditemani salah satu pengururs PCIM Jerman Raya yang sedang studi doktor di TU Berlin, Andri Hutari.

Berbagai ulasan disajikan dalam pengajian ini mulai dari perbedaan tetang bismillah bagian dari Al-Fatihah atau bukan hingga mengapa harus mengucapkan kata "amiin" setelah membaca al-fatihah di setiap shalat. Tentu pembicara juga menerangkan dan mengupas tuntas hikmah dari membaca dan mengamal surat yang sering disebut sebagai ummul kitab ini.

Menurut salah satu pengurus PCIM Jerman Raya, Hamzah Hasyim, pengajian ini alhamdulillah berjalan lancar dengan diikuti peserta ratusan orang dari berbagai kota di Jerman seperti dari Frankfurt, Marburg, Darmstadt, Berlin, Giessen dan lain-lainnya. "Mereka sangat antusias dengan penjelasan Prof Yunan yang sangat menarik," tambah Hamzah yang saat ini sedang menyelesaikan studi doktornya di Goethe University Frankfurt.

Selain itu, pengajian ini juga disiarkan langsung melalui streaming www.radiomu.web.id. "Kami sudah berkoordinasi dengan RadioMu sejak jauh-jauh hari, sehingga alhamdulillah para pendengar yang tidak bisa hadir di berbagai negara bisa mendengarkan melalui streaming," terang Adi Nur Cahyono, pengurus PCIM Jerman Raya di Heidelberg. Adi pun menambahkan bahwa kegiatan-kegiatan PCIM Jerman Raya lainnya akan sesering mungkin disiarkan secara online ke publik. "Sehingga masyarakat di berbagai negara tahu perkembangan dakwah Islam yang digerakkan oleh Muhammadiyah di Jerman," ungkapnya. Di akhir acara, semua peserta menikmati masakan ala Indonesia sehingga jamaah seperti menikmati kangennya masakan tanah air. (rah) (dzar)


Tags:
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori :

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website